Islam

Apakah Benda Berdosa?

Tulisan ini muncul karena pemblokiran situs oleh kementrian Kominfo. Pemblokiran situs vimeo memunculkan banyak pendapat, ada yang pro dan ada yang kontra. Alasan bagi yang pro terhadap pemblokiran adalah konten yang di blok mengandung konten pornografi. Sedang kan bagi yang kontra berasalasan konten tersebut bukan hanya berisi pornografi namun ada juga hal-hal yang bermanfaat disana.

Ok, untuk mengupas masalah ini, mari kita berpikir netral. Jangan berusaha membenarkan ataupun menyalahkan. Karena sekali saja kita condong ke salah satu pihak, maka kita tak akan bisa netral.

Untuk memulai pembahasan, mari kita tempatkan vimeo dan konten web lainnya sebagai sebuah benda mati. Vimeo yang selanjutnya disebut sebagai konten web adalah benda ciptaan manusia dimana tujuannya adalah untuk membagikan karya cipta yang berupa musik, video dan lain lain.

Social media

Sebelum membahas konten web, mari kita tenggelam sejenak dalam masa lampau, masa lampau ini bisa berarti masa dimana manusia masih dalam kondisi sangat primitif. Dimasa itu Allah SWT telah menciptakan air, tanah, api dan udara. Selanjutnya mari kita anggap ke unsur tersebut adalah benda mati.

4 unsur tersebut tidak bisa dikatakan sangat bermanfaat, namun tak juga bisa dikatakan sangat merugikan. Air misalnya, jika dunia ini tercipta tanpa air, kehidupan ini tak akan pernah ada. Namun jika air berlebih (banjir), banyak juga mahluk hidup yang akhirnya mati. hal tersebut berlaku untuk unsur lain (udara, api, tanah). Unsur tersebut menjadi sangat bermanfaat ketika komposisi dari semuanya pas.

4 unsur dasar penyusun kehidupan

Ketika unsur tersebut sangat bermanfaat, apakah mereka memiliki pahala? atau ketika unsur tersebut menghancurkan akan berdosa? Tentu saja tidak, karena unsur tersebut adalah benda mati.

Sekarang kita masuk dalam sejarah peradaban logam dimana pisau pertama kali ditemukan. Pembuatan pisau dimulai sejak jaman logam fungsi utama pisau waktu itu adalah untuk berburu, membunuh dan menguliti binatang buruan. Namun ketika pisau di pegang oleh orang jahat, maka pisau pun berfungsi sebagai alat untuk merampok, membunuh sesama manusia hingga alat untuk berperang mempertahankan kekuasaan.

pisau

Ingat di Indonesia pernah ada cerita Ken arok, Ken Dedes dan Tunggul Ametung. Dimana keturunan mereka saling mebunuh menggunkan keris yang dibuat oleh empu gandring. Disini peran keris (pisau) adalah antagonis (jahat). Pertanyaan nya adalah apakah pisau itu kemudian berdosa?

Ok, sekarang mari kita tengok ibu kita yang lagi masak di dapur. Jika diperhatikan Ibu kita juga menggunakan pisau untuk mengiris sayuran, bawang danging dll. Disini peran pisau adalah protagonis (baik). Pertanyaan nya apakah pisau mendapat pahala?

memasak

Nah sekarang mari kita menuju ke permasalahan utama. Konten internet (vimeo, fb, twitter, youtube dll) merupakan alat (tools) yang diciptakan manusia untuk berbagaimacam tujuan. Seperti halnya benda mati lain, konten internet bisa digunakan sebagai tokoh antagonis, juga bisa digunakan sebagai tokoh protagonis.

Antagonis ketika konten internet kita gunakan sebagai media penipuan, tempat video porno, mencuri data pribadi orang lain dll, Namun menjadi protagonis ketika digunakan sebagai media dakwah, tempat berbagi wawasan (seperti halnya alfianto.com :D) dll. Sekarang kita tahu bahwa konten internet apapun itu, adalah benda mati yang dapat dipergunakan untuk kebaikan sekaligus kejahatan.

Apakah bijak melakukan bloking pada konten internet? sangat bijak ketika yang di blok adalah konten yang memang dibuat untuk pornografi, penipuan dll. Namun sangat picik ketika yang di blok adalah konten yang masih abu-abu. Saya sebut abu-abu ketika konten tersebut dapat berisi sesuatu yang bermanfaat dan berisi konten yang merusak.

Konten abu-abu ini contohnya adalah sosial media, youtube, vimeo dll. Dimana dalam satu konten dapat terisi hal yang baik dan buruk. Melakukan blok pada konten ini tentu saja sama dengan melarang penggunaan pisau secara keseluruhan. Terbayang kan bagaimana nelangsanya Ibu kita yang lagi masak di dapur ketika pisaunya dirampas oleh aparat? Kebayang juga bagaimana saya yang rajin mencari tutorial di youtube, eh kemudian youtube di blok? kebayang juga bagaimana ketika komunikasi dengan chating di fb yang harganya lebih murah di blok?

Kewajiban pemerintah melindungi warganya itu wajib. Namun caranya yang harus benar. Apakah dengan melakukan blok itu sudah benar? menurut pandangan saya pribadi cara tersebut adalah cara singkat (instan). Seharus nya pemerintah lebih mengutamakan edukasi ke masyarakat daripada hanya melakukan blok. "Lho, edukasi kan susah?" memang, namun jika edukasi berhasil dampak nya juga luar biasa bagus. Tiap orang memiliki perisai sendiri terhadap hal hal yang merusak. Jadi gak perlu ada blok, kalau tiap orang memiliki filter sendiri-sendiri.

 

والله أعلم بالصواب

Wallahu A’lam bishowab
(Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)